ahhhhhh, LTM rusak sepertinya
Hari ini aku kehilangan satu klien lagi. Bukan karena hasil kerjaku jelek, bukan juga karena ada masalah besar. Justru alasannya sederhana, dan itu yang bikin rasanya makin nyesek. Aku lupa memberi kabar ke istri kalau jadwal harus digeser ke Malang. Baru teringat... tepat ketika waktunya berangkat. Ya sudah, semuanya terlambat.
Rasanya ingin memutar waktu beberapa jam ke belakang. Cuma untuk mengirim satu pesan singkat, "Maaf ya, jadwalnya harus bergeser." Kadang memang bukan hal besar yang membuat sebuah kesempatan hilang, tetapi satu kelalaian kecil yang luput dari perhatian. Dan hari ini, aku mendapat pengingat itu dengan cara yang cukup mahal.
Yah, kecewa pasti ada. Apalagi setiap klien datang membawa kepercayaan, dan kepercayaan itu harus dijaga, termasuk dalam hal komunikasi. Semoga ini jadi catatan buat diri sendiri supaya lebih rapi mengatur jadwal dan tidak lagi menunda hal sesederhana memberi kabar.
Tapi ya... hidup tidak berhenti di satu pintu yang tertutup. Semoga dalam minggu-minggu ini Allah menggantinya dengan rezeki yang lebih baik, klien yang lebih cocok, atau kesempatan yang bahkan belum pernah terpikirkan. Tugas kita mungkin cuma memperbaiki yang bisa diperbaiki, lalu tetap melangkah.
Dan mulai sekarang, sepertinya yang harus lebih sering di-backup bukan cuma data... tapi juga ingatan. Soalnya RAM otak ini kadang suka penuh sama hal-hal yang nggak penting, giliran yang penting malah ikut ke-archive. π₯²π