BanquΓ©
Ternyata aku memang belum bisa. Berkali-kali bilang sudah selesai, sudah ikhlas, sudah tidak peduli lagi. Nyatanya tetap saja diam-diam mencari kabarmu, berharap ada sesuatu yang mempertemukan kita lagi. Jean Choux sekali memang. Mulutku pintar berbohong, tapi langkahku selalu mengarah ke tempat yang sama. Benar-benar bebal.
Kadang aku ingin menertawakan diriku sendiri. Sok kuat, sok baik-baik saja, padahal sedikit saja namamu lewat di kepala, semua pertahanan langsung runtuh. Memang sudah mati logikaku. Sudah tahu tidak ada yang menunggu di ujung jalan, masih saja berdiri di tempat yang sama seolah ada keajaiban yang akan datang. Entah sedang setia atau memang terlalu tolol untuk mengerti kapan harus berhenti.
Yang paling menyebalkan, aku tahu semua ini tidak akan mengubah apa pun. Menunggu tidak membuatmu menoleh ataupun kembali. Mencari tidak membuat jarak menjadi dekat. Tapi aku masih saja melakukannya, seolah menyiksa diri adalah kebiasaan yang sulit dilepaskan. Benar-benar sialan kelakuanku ini.
Ah, Brãngsèque. Aku benci mengakui.