Menu
Home Login
🌍 Public Created July 25, 2026 at 22:02 · 17 comments · 27 views

Diantara Doa dan Dosis

Ada hari-hari di mana dada terasa terlalu sempit untuk menampung riuh di dalam kepala. Bukan karena emosi yang meledak-ledak, melainkan tumpukan lelah yang mengendap diam-diam. Pikiran terus berputar seperti mesin tua yang kehabisan pelumasβ€”bising, menguras energi, dan anehnya, tak ada satu pun hal menyenangkan di dunia ini yang sanggup menidurkannya.
Di titik itu, logika rasanya sudah angkat tangan. Hanya ada satu muara yang tersisa: kepasrahan total. Memohon agar tangan Tuhan turun tangan meredakan gemuruh ini, menyapu bersih kerumitan yang tak lagi sanggup diurai, dan memberikan ketenangan hakiki yang tak bisa ditawarkan oleh dunia.
Namun, matahari esok hari akan tetap terbit, dan hidup menuntut untuk terus berjalan.
Di tengah bentang hari yang berat itu, untunglah ada racikan ilmu pengetahuan "psikotropika" yang hadir sebagai penopang sunyi. Ia mungkin tidak seketika menghapus akar masalah atau menggantikan kedamaian spiritual yang dicari, tetapi ia memberi jeda. Ia menjadi penyangga sementara agar struktur tubuh dan pikiran ini tidak runtuh sepenuhnya.
Sebuah kompromi kecil agar napas kembali teratur, mata bisa terpejam, dan langkah kaki sanggup menjejak bumi sekali lagi. Membiarkan sains menahan raganya hari ini, selagi jiwa perlahan menanti kesembuhan yang utuh dari-Nya.

Collaborators Chat

Belum ada obrolan. Mulai menyapa!