Menu
Home Login
🌍 Public Published August 3, 2026 at 00:04 · Updated August 2, 2026 at 23:34 · 0 comments · 7 views

Gurauan lelaki di penghujung malam

Ada yang bilang lelaki jarang menangis. Bukan karena mereka tidak punya luka, tetapi karena sejak lama mereka terbiasa menyembunyikannya. Mereka memilih memendam daripada bercerita, memilih tersenyum daripada menjelaskan, lalu membiarkan malam menjadi satu-satunya tempat yang tahu seberapa lelah mereka menjalani hari. Air mata bukan tidak ada, hanya saja sering kali ia berhenti sebelum sempat jatuh.

Malam menjadi saksi dari banyak hal yang tidak pernah mereka ucapkan. Beberapa batang rokok perlahan habis terbakar, secangkir kopi mulai kehilangan hangatnya, sementara pikiran terus berjalan tanpa arah. Di saat dunia mulai terlelap, justru kepala terasa semakin ramai. Kenangan datang tanpa permisi, penyesalan ikut duduk di sebelah, lalu sepi bertanya pelan, "Sampai kapan kamu akan terus berpura-pura baik-baik saja?"

Ada luka yang memang tidak pernah benar-benar hilang. Ia hanya belajar hidup berdampingan dengan waktu. Esok paginya lelaki itu akan kembali tertawa, kembali bekerja, kembali menjadi tempat orang lain bersandar. Seolah semalam tidak terjadi apa-apa. Padahal ada bagian dari dirinya yang setiap malam masih berusaha membereskan hati yang diam-diam berantakan.

Lelaki juga tidak selalu pandai merangkai doa. Kadang ia justru lebih sering bercakap dengan Tuhan lewat keluhan-keluhan kecil yang terdengar seperti gurauan. "Tuhan, kalau memang ini harus kulewati, kuatkan saja langkahku. Aku tidak meminta hidup menjadi lebih mudah, hanya jangan biarkan hatiku kehilangan harapan." Mungkin doanya sederhana, tetapi di balik kesederhanaan itu tersimpan harapan agar esok masih diberi kekuatan untuk kembali berdiri.

Dan mungkin itulah yang disebut bertahan. Bukan karena lukanya sudah sembuh, melainkan karena ia memilih tetap hidup bersama luka itu tanpa membiarkannya berubah menjadi kebencian. Sebab selama hati ini masih mampu merasa perih, masih mampu menyebut nama Tuhan di tengah lelah, berarti masih ada harapan. Dan selama harapan itu belum padam, seorang lelaki akan selalu menemukan alasan untuk kembali menyambut pagi.

Collaborators Chat

Belum ada obrolan. Mulai menyapa!