inilah aku
Tidak ada yang benar-benar istimewa dariku. Aku hanya seseorang dengan banyak kekurangan, banyak cerita yang tidak selalu mudah dipahami, dan banyak bagian dalam diri yang masih terus belajar menjadi lebih baik. Karena itu, kadang aku merasa siapa pun yang mengenalku lebih dekat pada akhirnya akan menemukan alasan untuk pergi.
Mungkin perasaan itu lahir dari terlalu banyak perpisahan yang pernah kulewati. Awalnya orang-orang datang dengan rasa ingin tahu, lalu perlahan mengenal siapa diriku sebenarnya. Setelah itu, satu per satu memilih melanjutkan jalannya masing-masing. Bukan berarti mereka jahat, dan mungkin juga bukan karena aku sepenuhnya salah. Hanya saja, pengalaman seperti itu membuatku sering percaya bahwa kepergian adalah akhir yang hampir selalu menunggu.
Namun belakangan aku mulai memahami satu hal. Orang yang tepat tidak bertahan karena kita sempurna, tetapi karena ia menerima bahwa setiap manusia membawa kekurangan yang berbeda. Begitu juga sebaliknya. Hubungan tidak dibangun oleh dua orang yang tanpa cela, melainkan oleh dua orang yang sama-sama memilih untuk tetap tinggal, bahkan setelah mengetahui sisi-sisi yang tidak selalu mudah untuk dicintai.
Jadi, kalau suatu hari nanti ada seseorang yang benar-benar mengenalku lalu tetap memilih bertahan, mungkin bukan karena akhirnya aku menjadi istimewa. Melainkan karena untuk pertama kalinya, aku bertemu seseorang yang melihatku apa adanya, lalu memutuskan bahwa segala kurangku bukan alasan untuk pergi.