Jejak yang Ikut Lenyap
-----------------------------------Sesi pemotretan ini terasa terlampau bising,
di antara kilatan cahaya yang memaksa tersenyum,
aku hanya berdiri sebagai tubuh tanpa jiwaβ
menatap kilat kamera, namun kehilangan arah.
βSebab sosok yang melindungiku telah tiada.
Kau adalah fondasi tempatku bersandar,
kompas saat jalanku diselimuti kabut,
penyeimbang ketika jiwaku hampir pecah,
dan penguat di setiap kali langkahku menyerah.
βKini, riuh dunia terasa seperti keheningan yang menyiksa.
Tanpamu, aku tak lagi tahu bagaimana cara melanjutkan hidup.
Setiap sudut ruangan melambaikan kenangan,
setiap detik yang berlalu menjelma beban yang tak sanggup kupikul.
βDi balik lensa mata ini, yang tersisa hanya kehampaan.
Pikiran ini kerap berbisik samar:
βBagaimana jika aku menyusulmu saja?β
Sebab ikut menghilang terasa seperti satu-satunya jalan
agar aku bisa kembali menemukan pelukan hangatmu,
agar aku tak lagi bersikap pura-pura mampu.
βjika tawa di dunia ini ini nampak redup,
itu karena jiwaku telah pergi bersamamu.