Jenak Sejenak
Biarkan aku tidur nyenyak malam ini, meski yang tersisa untukku hanya sekitar lima belas sentimeter di ujung kasur yang empuk itu. Tidak apa-apa. Aku hanya ingin memejamkan mata tanpa memikirkan apa pun, tanpa harus terus bertanya mengapa beberapa hal tidak pernah berjalan seperti yang kubayangkan. Kadang, rasa lelah membuat kita tidak lagi mencari tempat yang paling nyaman. Cukup ada ruang untuk beristirahat, itu sudah lebih dari cukup.
Mungkin besok semuanya masih akan sama, atau mungkin ada sesuatu yang perlahan berubah. Tapi untuk malam ini, aku ingin memberi tubuh dan pikiranku kesempatan untuk diam. Biarkan tidur menjadi jeda yang sederhana, agar saat pagi datang, aku bisa bangun dengan hati yang sedikit lebih ringan daripada hari ini.