Menu
Home Login
🌍 Public Created July 26, 2026 at 09:09 · Updated July 26, 2026 at 09:10 · 0 comments · 10 views

Lara yang Anggun

Luka yang kau gores begitu indah, hingga aku tak mampu menghapusnya. Kau menaruh lara dengan cara yang begitu anggun... Pada akhirnya, aku jatuh cinta pada rasa perih ini, karena hanya di titik inilah bayangmu menolak untuk pergi.
​Bila rasa sakit adalah satu-satunya jembatan yang menghubungkan kita, maka biarlah ia menetap selamanya. Aku mendekap lara ini bukan karena gemar tersiksa, melainkan karena di dalam setiap denyut perihnya, ada jejak kehadiranmu yang belum sepenuhnya sirna. Kepergianmu menyisakan sunyi yang begitu gaduh, namun lara yang kau tinggalkan menjelma menjadi satu-satunya bentuk keabadian yang berhasil kau lukis di dalam dadaku.
​Namun, aku tahu luka ini tak boleh selamanya menjadi rumah.
​Ada garis tegas yang kini kubuat di antara kenyataan dan kenangan. Aku menerima bahwa jalan kita telah berpisah, disekat oleh keadaan yang tak sanggup kita ubah. Mencintaimu dalam perih adalah caraku mengingat masa lalu, tetapi menetapkan batas adalah caraku menyelamatkan masa depanku.
​Bayangmu boleh singgah sebagai kenangan, tetapi tidak lagi sebagai alasan untukku terus berharap. Kita tak akan pernah bersama dan bersatu oleh keadaan, dan di titik itulah aku memilih untuk berhenti melangkah lebih jauh. Aku melepaskanmu bukan karena rasa ini telah usai, melainkan karena aku sadar, hatiku terlalu berharga untuk terus menetap pada hal yang tak mungkin menjadi nyata.

Collaborators Chat

Belum ada obrolan. Mulai menyapa!