mom, i'm failed
Aku bukan laki-laki yang pandai memahami cara berpikirmu. Aku juga bukan laki-laki hebat yang selalu tahu bagaimana membuatmu merasa nyaman, apalagi seseorang yang pandai memberi kejutan-kejutan indah untuk membuatmu bahagia. Mungkin caraku mencintai memang tidak selalu terlihat seperti yang kamu bayangkan. Kadang aku bahkan tidak tahu bagaimana harus menunjukkan apa yang sebenarnya ada di dalam hati.
Tapi jika selama ini kamu mengira aku tidak pernah peduli kepadamu, kamu salah. Hal-hal kecil yang terjadi padamu saja sering membuatku berpikir cukup lama tentang bagaimana seharusnya aku menyikapinya. Aku memperhatikan perubahan kecil dalam caramu bercerita, nada bicaramu, bahkan hal-hal yang mungkin tidak kamu anggap penting. Bukan karena aku ingin tahu segala sesuatu tentangmu, tetapi karena tanpa sadar, keadaanmu memang menjadi sesuatu yang ingin kuperhatikan.
Mungkin caraku memperhatikanmu berbeda dari laki-laki pada umumnya. Aku tidak selalu hadir dengan kata-kata manis atau tindakan besar. Kadang aku hanya diam, mengingat hal-hal kecil tentangmu, lalu mencoba melakukan sesuatu yang menurutku bisa membuat harimu sedikit lebih ringan. Bisa jadi caraku tidak selalu tepat, bahkan mungkin terkadang justru membuatmu bertanya-tanya apakah aku benar-benar peduli.
Tapi percayalah, di balik segala kekuranganku itu, tidak pernah ada niat untuk mempermainkan perasaanmu. Apa yang kulakukan untukmu lahir dari ketulusan, meski mungkin caraku tidak sempurna. Aku mungkin bukan laki-laki yang paling pandai membuatmu bahagia, tetapi aku ingin kamu tahu satu hal: ketika menyangkut dirimu, aku tidak pernah benar-benar bersikap setengah hati. Aku hanya mencintai dan memperhatikanmu dengan caraku sendiri, sesederhana itu.