Menu
Home Login
🌍 Public Created July 28, 2026 at 05:08 · Updated July 28, 2026 at 05:30 · 0 comments · 12 views

Pohon yg belajar bertahan

Pohon yang rindang dan teduh tidak pernah tumbuh hanya dari hari-hari yang cerah. Ia berdiri karena telah melewati berkali-kali musim kemarau yang gersang, angin kencang yang menggoyangkan batangnya, hingga daun-daun yang terpaksa gugur sebelum waktunya.
​Ada kalanya, berada di bawah naungan pohon itu terasa begitu menyesakkan. Musim gersang yang panjang bisa membuat siapa saja merasa lelah, merasa tanah di sekitarnya tak lagi mampu memberi kesegaran, atau merasa bahwa merawatnya hanya menyisa dahaga yang tak kunjung usai. Dan merasa lelah dalam perjalanan setinggi itu adalah hal yang sangat manusiawi.
​Namun, mengeringnya dedaunan bukan berarti tanahnya telah kehilangan kehidupan. Sering kali, itu hanya pertanda bahwa pohon tersebut sedang membutuhkan waktu untuk istirahat, membutuhkan pelukan yang lebih hangat, dan bisikan jujur tentang apa yang sebenarnya sedang terasa sakit.
​Akar yang baik tidak pernah memilih tumbuh menjauh saat tanah sedang mengering. Ia justru memilih merangkul lebih dalam, mencari celah kedamaian di tengah kesunyian, dan menanti hujan turun kembali. Karena ia tahu, tidak ada ikatan yang tumbuh tanpa pernah diuji oleh cuaca.
​Menyerah dan membiarkan apa yang telah ditanam mati perlahan mungkin terasa seperti jalan terbebas dari lelah. Tetapi, menyiram kembali akar yang mulai letih, duduk bersama di bawah dahannya tanpa saling menyalahkan, dan melapangkan dada untuk saling memahami... sering kali menjadi awal dari tumbuhnya tunas-tunas baru yang jauh lebih kuat.
​Sebab pada akhirnya, keindahan sebuah pohon bukan diukur dari seberapa tenang musim yang dilaluinya, melainkan dari keberanian dua jiwa yang memilih untuk tetap tinggal dan merawatnya, sampai musim yang indah itu datang kembali.

Collaborators Chat

Belum ada obrolan. Mulai menyapa!