Prameswari Ku
Masih jelas diingatanku 3 tahun yang lalu Aku menambah peran di dunia ini, di karuniai sesosok malaikat kecil yang entah rasanya saat itu Aku belum benar-benar tahu dan faham rasa apa yg Aku rasakan. Haru, bahagia, sedih, takut, atau bahkan rasa ingin menyerah. Tapi dia berhasil menjadikanku manusia yang baginya adalah org paling bisa menjadi penenang untuknya dikala apapun. "Bunda" dia memanggilku saat usia dia baru genap 11 bulan dengan jelas. Sapaan yg selalu membuat hatiku hangat, penuh dan bahkan sesekali merasa tak pantas. Dia benar-benar malaikat kecil yg mengajarkanku banyak nilai-nilai hidup yg sebelumnya Aku bahkan tak pernah terbesit sedikitpun dan membayangkannya akan mendapatkan hal tersebut. Seperti sesederhana dicintai tanpa syarat, ia berhasil menunjukkan hal itu padaku. Hari ini usianya genap 3 tahun tak terasa begitu cepat dia bertumbuh, sepertinya baru kemaren saja Aku melahirkan dia dengan cerita yg panjang."Tsurayya Anindya Ceisya Prameswari" itulah doa yg kuharapkan kepada Tuhan meskipun saat itu Aku hanya kebagian menyelipkan kata "Prameswari" dengan harapan dia akan menjadi perempuan yang bijaksana, mulia, dan tangguh. Saat ini dia sudah bisa melakukan banyak hal yang bahkan aku sendiri tak tahu dia mempelajarinya dari mana. Karena sesuai dengan doa yg ku panjatkan dia adalah sosok manusia kecil dengan hati yg amat sangat bijaksana, bagaimana tidak dari kecil kebijaksanaan itu sudah iya tunjukkan ketika Aku sosok yg selalu menjadi sumber kehidupannya harus meninggalkannya dengan waktu yg tak sebentar. Tapi dia tidak pernah menunjukkan kekecewaan bahkan di usianya yg sangat belia ini Ia bisa memahami kondisiku dengan kacamata manusia dewasa. Dia tak pernah menyalahkan dia tak pernah membenci bahkan dia adalah salah satu manusia yg selalu memaafkanku sebelum Ku minta. Doaku untuknya selalu menjadi sosok taat pada tuhannya, yg membawa kebermanfaatan untuk org banyak nantinya, menjadi pribadi yang luhur, ahli Ilmu, dikelilingi kebaikan, dan selalu bisa istiqomah menjalankan sesuatu yang bersifat kearifan pada Sang Pencipta. Mungkin hari ini dia belum begitu bisa memaknai apa arti hidup dan dia hanya menjalankan hidupnya sesuai dengan apa yg diarahkan oleh kita org dewasa. Tapi harapku nantinya dia akan mengambil pelajaran dari kehidupan yang membuat dia pantas, dan bentuk nyata dari doaku "Prameswari". Terima kasih sudah memilihku menjadi Bundanya yg jauh dri kata sempurna, tetap memilihku menjadi rumahnya meskipun masih selalu ku usahakan nyamannya. Dan terima kasih sudah menjadi anugrah yang saat ini Aku syukuri, yg dititipkan olehNya untuk selalu mengajarkan menjadi manusia yg lebih baik. Maafkan Bunda masih belum bisa menjadi manusia yang selalu menjadi teladanmu dalam menjalani garis hidup ini. Tapi yang Aku akan selalu mengusahakan bahagiamu saat ini sampai seterusnya.