ringkih? sepertinya tepat sekali
Ada hari-hari ketika aku benar-benar dibuat kagum oleh betapa baiknya Tuhan. Lewat hal-hal sederhana, lewat orang-orang yang datang di waktu yang tepat, lewat napas yang masih diberi tanpa pernah diminta. Rasanya terlalu banyak kebaikan yang kuterima untuk bisa kuhitung satu per satu.
Tapi di sisi lain, ada juga hari-hari ketika aku merasa begitu lelah dengan dunia dan segala isinya. Bukan karena Tuhan berubah, melainkan karena dunia sering kali menyuguhkan banyak hal yang sulit dimengerti. Ada kebohongan yang dianggap biasa, ada ketulusan yang dibalas luka, ada usaha yang tak dihargai, dan ada hati yang pelan-pelan belajar menahan kecewa.
Akhirnya aku sadar, mungkin yang kubenci bukan dunia ini sepenuhnya. Mungkin yang melelahkan adalah sebagian dari apa yang ada di dalamnya. Sebab kalau dunia hanya berisi hal-hal buruk, tentu aku tidak akan pernah menemukan orang-orang baik, pelukan yang menguatkan, atau langit senja yang selalu berhasil mengingatkanku bahwa indah masih ada.
Jadi kalau hari ini aku berkata bahwa Tuhan sebaik itu, tetapi kadang aku merasa benci dunia dan seisinya, bukan berarti aku kehilangan syukur. Mungkin aku hanya sedang menjadi manusia yang lelah. Dan semoga, setelah rasa lelah ini berlalu, aku masih mampu melihat bahwa di antara riuhnya dunia, Tuhan tetap menaruh begitu banyak alasan untuk tetap berharap.