The Wind Rises
Dari The Wind Rises aku belajar bahwa tidak semua mimpi akan berjalan berdampingan dengan kebahagiaan. Ada impian yang harus dibayar dengan kehilangan, ada cinta yang harus diuji oleh waktu, dan ada kenyataan yang tidak pernah benar-benar bisa kita kendalikan. Namun meski begitu, hidup tetap meminta kita untuk terus melangkah.
Film itu juga mengajarkanku bahwa mencintai bukan selalu tentang mempertahankan. Kadang mencintai adalah tetap tinggal selama masih diberi waktu, lalu belajar merelakan ketika semesta memutuskan jalan yang berbeda. Tidak semua perpisahan lahir karena kurangnya rasa. Ada yang terjadi justru karena waktu memang hanya mengizinkan kita saling menemani sebentar.
Aku paling mengingat satu kalimat yang sederhana, Angin mulai bertiup. Kita harus mencoba untuk tetap hidup. Rasanya seperti pengingat bahwa seberat apa pun kehilangan yang kita alami, hidup tidak berhenti di sana. Kita boleh berduka, boleh lelah, tetapi pada akhirnya kita tetap harus bangun dan menjalani hari berikutnya.
Mungkin itulah yang paling ingin kusimpan dari The Wind Rises. Bahwa kita tidak bisa memilih ke mana angin akan membawa hidup ini, tetapi kita selalu bisa memilih untuk tetap menjadi manusia yang mencintai dengan tulus, berkarya dengan sepenuh hati, dan menerima bahwa tidak semua hal indah ditakdirkan untuk tinggal selamanya. Karena terkadang, sesuatu menjadi begitu berharga justru karena ia tidak berlangsung selamanya.