tidur dulu aja kali yak?
Lucu ya. Selama ini aku selalu punya kata-kata untuk menguatkan orang lain. Aku bisa bilang, "Jangan menyerah, semua akan berlalu," atau, "Istirahat dulu tidak apa-apa." Aku mengucapkannya dengan sungguh-sungguh, karena aku memang ingin mereka baik-baik saja. Tapi ternyata, saat giliran aku yang jatuh, semua kalimat itu mendadak terasa begitu sulit kuucapkan pada diriku sendiri.
Baru sekarang aku sadar, ternyata menjadi tempat bersandar bagi banyak orang tidak membuat seseorang kebal terhadap lelah. Tetap ada hari ketika hati ini ikut rapuh, pikiran terasa penuh, dan langkah yang biasanya mantap mendadak kehilangan arah. Rasanya aneh, karena aku terbiasa menguatkan orang lain, tetapi ketika harus menguatkan diri sendiri, aku justru kehabisan kata.
Memang begini ya kehidupan. Kadang kita menjadi pelipur lara bagi orang lain, sementara diam-diam kita sendiri sedang berusaha bertahan. Dan mungkin itu tidak membuat kita lemah. Itu hanya membuktikan bahwa kita juga manusia, yang sesekali butuh berhenti, butuh dipeluk, dan butuh mendengar kalimat yang selama ini sering kita berikan kepada orang lain.
Jadi kalau hari ini aku sedang tumbang, mungkin tidak apa-apa. Aku tidak harus segera berdiri hanya karena terbiasa terlihat kuat. Aku akan duduk sebentar, mengatur napas, lalu pelan-pelan bangkit lagi. Sebab aku percaya, orang yang pernah menguatkan banyak hati juga berhak mendapat waktu untuk memulihkan hatinya sendiri.