Menu
Home Login
🌍 Public Created July 30, 2026 at 14:53 · Updated July 30, 2026 at 14:54 · 2 comments · 13 views

udang dan memori lampau

Aneh ya, memori itu datang begitu saja. Tanpa diundang, tanpa aba-aba. Tiba-tiba aku kembali mengingat satu momen dengan begitu jelas, seolah semuanya baru terjadi kemarin. Kita duduk berhadapan, lalu berbagi seporsi nasi goreng udang dalam wadah yang sama. Hal yang sebenarnya sederhana, tetapi entah mengapa justru menjadi kenangan yang paling sulit hilang.

Yang membuatku semakin heran adalah satu hal. Aku sangat tidak suka udang. Sejak dulu, aku selalu menyingkirkannya dari piringku atau memberikannya kepada orang lain. Tapi hari itu berbeda. Aku tidak mengeluh, tidak protes, bahkan tidak terlalu memikirkannya. Aku hanya menikmati setiap suapan sambil sesekali melihatmu bercerita dengan antusias. Baru sekarang aku sadar, ternyata ada hal-hal yang bisa kulupakan hanya karena sedang bersamamu.

Mungkin memang begitu cara cinta bekerja. Bukan mengubah siapa diri kita, melainkan membuat kita tidak lagi sibuk mempermasalahkan hal-hal kecil yang biasanya terasa penting. Bukan karena nasi goreng itu menjadi lebih enak, atau karena tiba-tiba aku menyukai udang. Hanya saja, saat itu kebersamaanmu jauh lebih terasa daripada rasa yang ada di dalam piring.

Dan setiap kali kenangan itu kembali, aku selalu tersenyum kecil sambil bertanya pada diriku sendiri, bagaimana bisa? Bagaimana mungkin seseorang yang begitu tidak menyukai udang justru tidak mengingatnya sama sekali saat makan bersamamu? Mungkin jawabannya sederhana. Saat itu, yang sedang kunikmati bukan nasi gorengnya. Melainkan momen ketika aku bisa duduk di samping seseorang yang diam-diam sudah membuat hatiku merasa pulang.

Collaborators Chat

Belum ada obrolan. Mulai menyapa!